Kumpulan Pitutur Jawa dan Artinya

0
2

“Alam iki sejatining Guru”

Alam adalah guru yang sejati. – Pitutur Jawa 1

“Memayu hayuning pribadi; memayu hayuning kulawarga; memayu hayuning sesama; memayu hayuning bawana”.

Berbuat baik bagi diri sendiri, keluarga, sesama manusia, makhluk hidup dan seluruh dunia. – Pitutur Jawa 1

“Urip kang utama, mateni kang sempurna”.

Selama hidup kita melakukan perbuatan baik maka kita akan menemukan kebahagiaan di kehidupan selanjutnya. – Pitutur Jawa 1

“Adigang, adigung, adiguno “.

Jaga kelakuan, jangan somobong dengan kekuatan, kedudukan, ataupun latarbelakangmu. – Pitutur Jawa 1

“Narimo ing pandum”.

Menerima segala rintangan dengan ikhlas. – Pitutur Jawa 1

“Aja mbedakake marang sapadha-padha”.

Hargai perbedaan, jangan membeda-bedakan sesama manusia. – Pitutur Jawa 1

“Rela lan legawa lair trusing batin”.

Ikhlas lahir batin. – Pitutur Jawa 1

“Tansah ajeg mesu budi lan raga nganggo cara ngurangi mangan lan turu”.

Kurangi makan dan tidur yang berlebihan agar kesehatan kita senantiasa terjaga. – Pitutur Jawa 1

“Ambeg utomo, andhap asor”.

Selalu menjadi yang utama tapi selalu rendah hati. – Pitutur Jawa 1

“Mohon, mangesthi, mangastuti, marem”.

Selalu meminta petunjuk Tuhan untuk meyelaraskan antara ucapan dan perbuatan agar dapat berguna bagi sesama. – Pitutur Jawa 1

“Diwenehi ati ngrogoh rempela”

Untuk menyatakan orang yang tidak bersyukur ketika diberi. – Pitutur Jawa 1

“Ojo Keminter Mundak Keblinger, Ojo Cidra Mundak Ciloko”

Jangan merasa paling pandai agar tidak salah arah; Jangan suka berbuat curang agar tidak celaka. – Pitutur Jawa 2

“Kegedhen empyak kurang cagak”

Untuk menyatakan punya cita cita yang besar tetapi tidak punya kemampuan yang cukup. – Pitutur Jawa 2

“Emban cindhe emban siladan”

Untuk menyatakan orang yang pilih kasih dalam memberi atau membela. – Pitutur Jawa 2

“Natas, nitis, netes”.

Dari Tuhan kita ada, bersama Tuhan kita hidup, dan bersatu dengan Tuhan kita kembali. – Pitutur Jawa 2

“Ora kena nglarani”.

Jangan melukai orang lain. – Pitutur Jawa 2

“Manungsa mung ngunduh wohing pakarti”.

Kehidupan manusia baik dan buruk adalah akibat dari perbuatan manusia itu sendiri. – Pitutur Jawa 2

“Koyo banyu karo lengo”

Untuk menyatakan orang yang tidak bisa rukun dan akur. – Pitutur Jawa 2

“Esok dhele sore tempe”

Untuk menyatakan orang yang mudah terbawa angin dan tidak punya pendirian.  – Pitutur Jawa 3

“Milih milih tebu oleh boleng”

Untuk menyatakan terlalu banyak pertimbangan yang akhirnya justru mendapat yang tidak baik.
Kakehan gludug ora udan – Untuk menyatakan orang yang banyak bicara tetapi hasilnya tidak tampak.
 – Pitutur Jawa 3

“Ala lan becik iku gegandhengan, Kabeh kuwi saka kersaning Pangeran”.

Kebaikan dan kejahatan ada bersama-sama, itu semua adalah kehendak Tuhan. – Pitutur Jawa 3

“Cecak nguntal cagak”

Untuk menyatakan suatu keinginan yang tidak seimbang dengan kekuatan.
 – Pitutur Jawa 3

“Golek sampurnaning urip lahir batin lan golek kusumpurnaning pati”.

Kita bertanggung jawab untuk mencari kesejahteraan hidup di dunia dan akhirat. – Pitutur Jawa 3

“Kawula mung saderma, mobah-mosik kersaning Hyang sukmo”.

Lakukan yang kita bisa, setelahnya serahkan kepada Tuhan. – Pitutur Jawa 3

“Sing biso mati sak jroning urip lan urip sak jroning mati”.

Orang yang bisa mempertahankan kesederhanaan didalam keadaan kemewahan dan tabah dalam penderitaan
 – Pitutur Jawa 3

“Yen kroso enak uwiso, yen kroso ora enak terusno, yen ono bapang sumimpanga”

Hendaknya kita tetap dapat berlaku hidup prihatin, sederhana dan mengendalikan hawa napsu baik disaat sedih maupun gembira, kalau menjumpai penghalang yang membahayakan keselamatan lebih baik menghindar dan menjauhi.
 – Pitutur Jawa 3

“Ojo golek menange dewe, dalan gawat becik disimpangi “

Jangan mencari menang sendiri, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, jangan melibatkan diri dalam perdebatan dengan orang-orang yang berwatak mau menang sendiri
 – Pitutur Jawa 3

“Ojo kaget lan gumunan samubarang gelaring donyo”

Jangan terkejut dan heran dengan gemerlapnya dunia dan tang terjadi di alam dunia.
 – Pitutur Jawa 3

“Wong golek kemakmuran iku ora klebu kadonyan sing sapa ngegungake bandane, wirang lamun sirna bandane”

Orang yang cari kesejahteraan itu bukan tergolong keduniawian.Barang siapa yang membanggakan kekayaan akan malu jika kekayaannya hilang
 – Pitutur Jawa 3

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here